Skip to main content
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (kanan) saat berada di Tambang Morosi.

Konawe Dikebut Jadi Daerah Industri, Pemkab Study Tour ke Batam

Beruntunglah masyarakat Konawe punya kepala daerah seperti Kery Saiful Konggoasa. Dia rela menghabiskan waktunya untuk memperluas jaringan demi terwujudnya Konawe sebagai daerah industri. Setelah sebelumnya mengunjungi beberapa kementerian minta dukungan, kini dia kembali memperdalam pengetahuannya tentang pengelolaan industri di Batam. Dia ingin melihat secara langsung pengelolaan industri di daerah itu. Baik dari aspek managemen maupun peraturan daerah (Perda). Sebab, sudah bukan rahasia umum kalau Batam terkenal sebagai kota industri. Kery yakin, kalau Konawe jadi daerah industri, maka kehidupan masyarakat akan lebih sejahtera.

 

Mantan Ketua DPRD Konawe tidak sendiri lakukan study tour ke Batam. Dia didampingi Wakil Bupati Konawe Parinringi, Ketua DPRD Konawe Gusli Topan Sabara serta anggota Komisi I DPRD Konawe yang memang membidangi pemerintahan. Wakil Bupati Konawe, Parinringi mengatakan, kunjungan ke pemerintah Kota Batam dalam rangka mempelajari perlakuan terhadap para investor. Serta cara mengolah investasi dengan baik. Sehingga Konawe sebagai daerah industri terbesar di Sultra bisa diwujudkan. “Kami ingin secepatnya menjadikan Konawe sebagai daerah industri. Kunjungan ke Batam sebagai salah satu langkah ke arah itu. Kita ingin pelajari semua pengelolaan tentang industri,” ungkap Parinringi saat dihubungi dari Batam, kemarin. Menurut dia, Batam sudah berpengalaman dan punya sistem yang sangat baik dalam pengelolaan industri. Makanya, tidak salah mempelajarinya untuk membesarkan mega industri Morosi.

 

“Kami yakin setelah pulang dari sini (Batam,red) bisa mendapatkan pengalaman baru terkait pengelolaan industri,” katanya. Lebih jauh Parinringi menjelaskan, masih banyak yang perlu ditingkatkan Pemkab Konawe, bila ingin menjadi daerah industri seutuhnya. Olehnya itu, sepulang study tour pihaknya bakal mengkaji ulang seluruh sistem industrial yang berlaku. Kemudian menerapkan teknik terbaik yang didapatkan dari pemerintah kota Batam. “Banyak yang harus dibenahi. Kita belum bisa menyebutkan apa saja, karena harus mengkaji ulang sistem yang ada. Apakah sudah baik untuk daerah dan investor atau merugikan salah satunya. Ini penting supaya investor mau datang, harus simbiosis mutualisme. Artinya saling menguntungkan antara investor, pemerintah dan masyarakat,” bebernya. Perinringi berharap, setelah belajar ke Batam dan menerapkannya regulasi yang mirip di Konawe, maka Morosi bisa berkembang lebih pesat, dan mampu menghidupi ribuan masyarakat Konawe, bahkan Sultra. “Morosi ini agenda nasional, maka kita harap bisa berkembang besar, tidak hanya nasional, namun juga di dunia. Kemudian, yang mendapatkan berkahnya adalah masyarakat Sultra, khususnya Konawe,” imbuhnya. Batam memang dikenal sebagai kota industri. Ada lebih dari seribu perusahaan asing yang berinvestasi di daerah perbatasan Indonesia-Singapore tersebut. Sehingga, sangat tepat pemkab Konawe lakukan study tour ke sana. (b/hel)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.