
Antrian BBM disejumlah SPBU selama
beberapa pekan terakhir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diduga
sebagai akibat dari maraknya praktek penyalahgunaan BBM bersubsidi
khususnya jenis solar. Selain menyebabkan keresahan warga, fenomena ini
juga telah membuat gerah Gubernur Sultra, Nur Alam.
Terlebih, kejadian ini menunjukkan gejala peningkatan menjelang
datangnya bulan puasa. Selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri
permintaan BBM dipastikan meningkat seiring peningkatan aktifitas warga.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah bekerja sama dengan pihak
kepolisian membentuk tim investigasi yang akan bertugas mengawasi dan
memantau distribusi bbm selama ramadhan. “Tugas dan fungsi dari tim
investigasi adalah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap
distribusi BBM di Sultra untuk meminimalisir penyalahgunaan BBM
bersubsidi yang selama ini marak terjadi,” kata Nur Alam.
Aparat kepolisian diberikan kewenangan untuk menindak tegas beberapa
oknum yang mencoba menyalahgunakan BBM, khususnya BBM bersubsidi yang
menjadi hak masyarakat.
Sumber: Beritakendari.com
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF