Nominal
PDRB triwulan I tahun 2011 mencapai 8,63 triliun rupiah. Sebagai
daerah agraris, kontribusi Sektor Pertanian masih besar, mencapai 2,73
triliun rupiah (31,64 persen). Sektor ekonomi yang juga
berkontribusi besar adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran
sebesar 1,60 triliun rupiah (18,54 persen), dan Sektor Jasa-Jasa
sebesar 1,07 triliun rupiah (12,46 persen).
Penggunaan
PDRB Triwulan I 2011 masih didominasi pengeluaran konsumsi sebesar
6,43 triliun rupiah (74,51 persen). Pengeluaran konsumsi rumah
tangga dan lembaga swasta nirlaba (private consumption expenditure) mencapai 4,60 triliun rupiah (53,30 persen) dan konsumsi pemerintah (government expenditure) sebesar 1,83 triliun rupiah (21,21 persen).
Indeks implisit masih stabil, dari269,05
persen (triwulan I 2010) menjadi 277,90 persen (triwulan I 2011)
atau dengan perubahan “inflasi” sebesar 3,29 persen.
Berdasarkan
harga konstan tahun 2000, PDRB triwulan I tahun 2011 mencapai 3,10
triliun rupiah atau tumbuh 8,94 persen terhadap triwulan yang sama
tahun sebelumnya (y on y). Meskipun demikian masih lebih rendah dari perekonomian triwulan sebelumnya (q to q) dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 3,20 persen.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2011 bersumber dari Sektor Pertambangan dan Penggalian (2,26 persen), Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (1,94
persen), Sektor Bangunan (1,45 persen), Sektor Pengangkutan dan
Komunikasi (1,04 persen), Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan (1,01 persen) dan empat sektor lainya (1,24 persen).
Dari
sisi demand, sumber pertumbuhan utama adalah komponen Pembentukan
Modal Tetap Bruto (5,09 persen), kemudian komponen pengeluaran konsumsi
(3,33 persen).